NANBIJA

Sehat- Damai – Karya- Berbagi

HIPERTENSI : PEMBUNUH DALAM KEMARAHAN

leave a comment »

images

Nenek wafat karena hipertensi. Ibu didiagnosis mengidap hipertensi. Apa saya terkena hipertensi juga?
Bagaimana cara merawat penderita agar terhindar dari serangan mematikan? Pertanyaan ini terus berkecamuk di benak. Beruntung ada brosur “Hipertensi” di Puskesmas dari Dinas Kesehatan Kota Bandung ( Jl.Supratman no.73.Telp. (022) 4203752). Pertanyaan saya, mungkin anda juga, bisa terjawab.

Apa sih hipertensi itu?  Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit meingkatnya tekanan pada dinding pembuluh tempat darah mengalir. Tekanan darah ditulis dengan dua angka, optimalnya 120/ 80 mmHg. 120 adalah sistolik, yaitu tekanan darah waktu jantung menguncup/ kontraksi. 80 adalah diastolik, yaitu angka terendah saat jantung mengembang/ rileks. Kekuatan kuncup jantung mendesak darah di bilik kiri jantung ke pembuluh nadi. Tekanan dalam pembuluh nadi saat dialiri darah itulah yang disebut tekanan darah. Orang disebut terkena hipertensi jika sistoliknya lebih dari 140 dan diastoliknya lebih dari 90. Tekanan darah saya 105/ 65 mmHg. Artinya, saya terbebas dari hipertensi, dong! ( tapi terkena tekanan darah rendah, hehe..).

Dari data statistik, umur penderita tekanan darah rendah sama dengan yang normal. Artinya, resiko kena stroke-nya juga rendah. Alhamdulillah.
Tekanan darah bervariasi dalam 24 jam, tergantung aktivitas fisik, emosi dan hormon. Penyebab hipertensi esensial tak diketahui. Penyebab hipertensi sekunder ( sekitar 10% populasi) adalah penyakit ginjal, kelainan hormon dan pembuluh darah. Sebagian besar penyakit hipertensi tak memperlihatkan gejala. Sebagian kecil gejalanya: sakit di belakang kepala, leher kaku, mudah tersinggung dan sulit tidur.

Hipertensi yang tak dikontrol bisa menyebabkan: kerusakan ginjal, pembuluh darah, stroke/ pendarahan otak, lumpuh, payah/ pembesaran jantung dan serangan jantung/ penyempitan pembuluh darah koroner.

Perawatan hipertensi terbaik dengan cara: memeriksa tekanan darah minimal 6 bulan sekali atau setiap ke fasilitas kesehatan. Rajin minum obat meski tanpa keluhan. Mengurangi konsumsi garam. Perbanyak makan sayur dan buah. Mematuhi nasehat dokter.
Mencegah hipertensi dengan cara: periksa tekanan darah secara teratur. Menjaga berat ideal. Berat ideal diperoleh dari tinggi badan dikurangi 100 + 10% berat tsb. Tinggi saya 155 cm – ( 100 + 5,5) = 49,5 kg. Berat badan saya sekarang 52 kg. Keberatan 2,5 kg. Mesti diet, nih…

Kurangi makan garam, jangan merokok, teratur olahraga, hidup teratur, kurangi stress, jangan terburu-buru, hindari makanan berlemak. Wah, padahal saya sangat suka makan gorengan. Ingin sehat sampai tua, harus ada yang disesuaikan. Iya, deh..

Iklan

Written by Vitrisa

20/07/2018 at 03:12

Ditulis dalam creative writing

TARI LILIN, Mencari Cincin.

leave a comment »

By vitrisa2017@gmail.com

Narasi TARI LILIN :

Tari lilin, sejenis kesenian istana dari Sumatera. Mengisahkan upaya seorang gadis mencari cincin pertunangannya yang hilang selama ditinggalkan kekasihnya merantau untuk berdagang. Karena waktu itu belum ada lampu LED, maka sang gadis melakukan pencariannya dengan lilin di piring kecil. Selama mencari di kegelapan hingga larut malam, tubuhnya meliuk, membungkuk, menengadah ( berdoa ) dengan lilin yang diupayakan tak padam, juga tak jatuh dari tangannya, melahirkan keindahan tersendiri.

Jika sekelompok gadis yang menarikannya dengan kompak diiringi alunan musik para musisi, tentu lebih seru sebagai suguhan budaya. Jika sekelompok pria yang melakukannya, tentu lebih menyenangkan lagi. Era wanita jadi menteri dan presiden sekarang ini, bisa jadi para pria yang berdebar kehilangan wanitanya. Ya, kan ?

Written by Vitrisa

18/07/2018 at 04:29

Ditulis dalam creative writing

WAKTU BERMAIN BERSAMA ANAK

leave a comment »

IMG_20180715_050251

 

By vitrisa2017@gmail.com

Narasi PLAY TIME !  :

Bermain, bicara, belajar bersama anak dilakukan orang tua untuk merawat kasih sayangnya pada anak. Setiap hari antara jam 18-21, orang tua punya waktu krusial menanamkan nilai2 moral, agama dan adat sampai usia anak 12 tahun/ SD. Pada usia di atas itu, anak sudah mulai membangun keakuannya, jati dirinya dan lingkungan sosialnya.  Nilai2 baik dari orang tua menjadi filter pertama bagi anak ketika menyaring informasi, pengaruh, budaya dari luar yang belum tentu cocok dengan kultur bangsa kita. Agar anak tak bermasalah, terjerumus perilaku merusak diri dan masa depannya maka investasikan waktu anda untuk anak, kualitas dan kuantitasnya.

Anak sebenarnya butuh kehadiran yang hangat orang tuanya. Bukan harta materi yang mahal atau liburan mewah sebagai ganti ketakhadiran orang tua. So, matikan gadget ( hp, komputer, dll ), radio, tv selama 3 jam untuk fokus. pada kebahagiaan bersama anak. Jika tidak, anak2 bisa jadi anggota geng motor ( termuda 12 thn ), lalu digaruk polisi masuk bui. Anak seusia itu nalarnya belum matang, tak kuat menolak ajakan jahat merusak di saat masih butuh pengakuan dari teman2 sebaya. Para bibit kriminal ini jika dikembalikan pengadilan pada orang tuanya, negara harus intervensi, membantu ortu anak tsb agar bisa mengarahkan anaknya dengan benar ( bimbingan parenting ). Sehingga kesalahan tak terulang kembali. Anak cukup 2 saja ( boleh tambah 1-2 anak yatim piatu untuk diasuh/ anak asuh bagi ortu yang mampu mengurusnya dengan baik, lahir batin ). Semoga generasi penerus makin kuat dan berguna bagi keluarga dan negara. Amin.

Written by Vitrisa

16/07/2018 at 05:35

Ditulis dalam creative writing

HANOMAN vs RAHWANA

leave a comment »

Mixed media, ukuran A3, karya vitrisa2017@gmail.com

Narasi karya :

Sendratari Ramayana kerap dipentaskan di pelataran candi Prambanan. Terlihat kolosal, megah dan membanggakan. Ada tokoh kera sakti di sana yang menjadi pahlawan kerajaan manusia. Hanoman, si kera putih, sakti mandraguna, kebal senjata, bisa hidup abadi kalau mau. Ribuan raksasa telah dihajarnya hingga mampus. Negeri raksasa dibuatnya porak poranda, luluh lantak dilalap api. Membuat para dewa di khayangan terkagum-kagum memujinya. Raja raksasa dari Alengka, Rahwana, yang menculik Sita, istri Rama ( pangeran dari Ayodha, putra Dewa Bayu seperti Hanoman ) ditindihnya dengan Gunung Ungrungan. Roh Rahwana dikurung Hanoman di Gunung Kendalisada. Jadi ingat Sun Go Kong ya. Kera sakti dari China, yang mengawal gurunya, biksu Budha ( pohon tempat Budha bertapa disebut di QS. At-Tin ) mengambil kitab suci ke Barat/ India, tempat kisah Ramayana ini lahir.

Gatotkaca, dari kisah Mahabharata, yang saya tonton filmnya di tivi, adalah putra Bima dengan wanita keturunan raksasa. Hanoman dan Bima sama2 putra Dewa Bayu menurut versi India ( putra Bhatara Guru, versi pewayangan Jawa ). Hanoman dan Gatotkaca, keduanya pernah didaulat menjadi superhero Indonesia. Keduanya masih sering dipentaskan di layar kaca, tivi dan pentas pewayangan kita. Panutan kebaikan mengungguli kebatilan. Mengisi relung bawah sadar kita dalam bertindak dan menjalani kehidupan. Jalan mana yang kita pilih. Jika itu jalan kebenaran, Allah akan mengantar kita sampai akhir tujuan. Pengampunan dosa dan ridho-Nya.

Written by Vitrisa

11/07/2018 at 05:15

AYAH DENGAR PUTRI NYANYI

leave a comment »

a

Ayah Dengar Putri Nyanyi ( lukisan karya: Vitrisa2017@gmail.com )

 

Selama ini, ayah yang memberitahu apa yang tidak boleh dikerjakan anak. Lebih banyak yang melarang anak dari pada membolehkannya mengeksplorasi kegemaran postif anak ( tapi tidak sejalan dengan selera ayah ). Sungguh mengerikan jika sampai ada ayah yang emosional/ tega begitu keras memukul tangan anaknya yang kedapatan mencoreti mobil kesayangan. Tangan anak ini lalu membusuk, diamputasi, tak bisa digunakan lagi untuk mengembangkan bakatnya melukis. Sesal kemudian tak berguna. Orang tua sepatutnya lebih mendengar curhat anak. Fasilitasi bakat terpendam anak. Siapa tahu itu jadi sumber kebahagiaan anak, sekaligus nafkahnya di masa depan. Anak bicara, ayah dengar. Putri nyanyi, ortu lihat.

Written by Vitrisa

28/06/2018 at 14:32

Empati = cerdas sosial, emosional, moral. Ajari anak sejak dini.

leave a comment »

Memerankan tokoh dalam drama serupa empati dari sudut pandang orang lain. Perpaduan berbagai ungkapan emosi dengan kepekaan rasa, itulah akting. Nilai kehidupan yang nyata ditransformasi menjadi kehidupan pentas yang simbolis. Proses drama adalah proses empati. Perwujudan nilai yang digagas insan drama direspon audiens dengan empati, kata Dr.Sukanta, dosen FPBS UPI. Jika sejak dini anak diajari drama, mereka akan terbiasa mengolah bahasa ungkap dan kepekaan. Format kerja drama sangat efektif untuk mengembangkan aspek empati, dll.

Kecerdasan sosial terkait kecerdasan emosional dan moral dalam interaksi sosial. Kecerdasan sosial yang hanya mengadaptasi mekanisme sosial hanya menjadi perilaku semu. Tawar. Kamuflatif. Pragmatis, penuh muslihat. Ancaman bagi kemanusiaan. Kecerdasan sosial sejati mencakup fasilitas sosial, kesadaran sosial dan kecerdasan emosional. Bahasa nonverbal akan terlihat tulus, jujur dan ikhlas. Pesan mudah sampai ke lawan bicara.

Empati & membawa diri. Kepribadian nan hebring ..

Retorika dalam bahasa verbal harus selaras dengan tindakan dan perasaan. Kecerdasan sosial tanpa kecerdasan emosional terkesan kamuflatif ( mengelabui lawan bicara ). Kecerdasan sosial tanpa kecerdasan moral menjadi tanpa makna. Tak ada substansi moral yang diperjuangkan. Pahami dan gunakan esensi dasar dalam berkomunikasi, yaitu empati.

Empati adalah inti kecerdasan sosial, emosional dan moral. Empati perlu terus dikembangkan pada anak hingga membentuk kepribadian mulia. Emosi, kepekaan dan akting yang diolah dalam kegiatan drama, akan membantu seseorang tampil baik di depan orang lain. Empati segitiga digunakan dalam nilai dramatik dan presentasi drama untuk mewujudkan empati penonton.

Guru harus memiliki kompetensi di bidang drama, seni lainnya, atau sadar pentingnya pendekatan seni. Jika sumber daya guru seperti ini terbatas, guru bisa berperan sebagai manajer dalam kegiatan mengajar drama ( empati ) pada anak. ( disarikan dari tulisan Wakhudin/ PR, 28/10/2010 )

Peristiwa miris antara anggota dewan dengan TKW terlantar di bandara Abu Dhabi tempo hari, semoga tak terjadi lagi ( termasuk anggota dewan berikutnya ). Mengapa tenaga kerja Filipina bisa diantar dan disambut bak pahlawan ? Diperlakukan dengan hormat. Diperjuangkan nasibnya. Dijaga harga dirinya, ketika bermasalah dengan majikan asingnya. Pahlawan devisa made in Indonesia ( sebagian yang malang ) ditipu, diperas, disiksa dan digunting bibirnya ( seperti terjadi pada Sumiati ). Sekeluar rumah majikan,  kembali ke tanah air/ kampung halaman, dilepas begitu saja tanpa perlindungan dari predator2 yang mengintai ( anda tanyakan empati para stakeholder-nya ? Mengapa Filipina bisa, kita tidak ? )

Saling jaga dan bantu sesama warga negara Indonesia di luar negeri. Mulailah berempati ..

Pria tertentu mungkin baru bisa menghargai wanita jika dibebat perut dan dengkulnya seberat beban yang ditanggung wanita hamil 9 bulan. Kemana pun pergi, selama berbulan-bulan. Empati baru muncul jika kita ada di kondisi yang tidak enak itu. Kalau anggota dewan atau pejabat hidup enak, bergelimang fasilitas, bagaimana empati ini bisa hadir ?

Written by Vitrisa

24/11/2010 at 23:21

Ditulis dalam resep cinta

Tagged with

Hot Pudge Sundae

leave a comment »

Hot Pudge Sundae

Bahan :

  • Cokelat panas
  • Sirup karamel
  • Sirup stroberi
  • Whipped cream
  • Ceri

Cara membuat :

  • Tuangkan sirup stroberi dan sirup karamel ke dalam gelas.
  • Tuangkan cokelat panas ke dalam gelas secara perlahan-lahan.
  • Tambahkan whipped cream dan ceri sebagai pemanis.

( PR, 8/8/2010 )

Written by Vitrisa

02/09/2010 at 13:44

Ditulis dalam resep masak

Tagged with