Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Cemburu sehat dan cemburu buta serta cara menanganinya.

leave a comment »

Rasa cemburu dalam perkawinan seperti garam dalam sayur. Diperlukan tapi tak boleh terlalu banyak. Rasa cemburu itu perlu, dan dalam kadar tertentu menjadi wajib. Rasa cemburu yang berlebihan membuat kehidupan rumah tangga menjadi asin dan membosankan.

Selama rasa cemburu bisa dikelola dengan baik, hubungan pasutri menjadi hangat dan akrab. Jika proporsional dan sehat, rasa cemburu membuat cinta di antara pasutri ( pasangan suami isteri ) semakin dalam dan berkobar. Setiap pasangan merasa dicintai dan dihargai. Kualitas hubungan suami isteri pun meningkat.

Orang yang tidak memiliki rasa cemburu sama sekali terhadap pasangan berarti tidak punya harga diri, sampai ia rela melihat pasangannya bergaul rapat dengan orang lain yang bukan muhrimnya. Timbulnya perselingkuhan dengan orang dekat ( secara kekeluargaan atau persahabatan ) salah satunya disebabkan ketiadaan rasa cemburu akan kerapatan pasangan terhadap orang dekat tsb.

Rasulullah Saw. bersabda,”Tiga golongan yang tak bakal masuk surga : orang yang durhaka pada bapak ibunya, duyuts ( orang yang tak punya rasa cemburu dengan orang terdekatnya/ pasangan hidupnya ) dan perempuan yang menyerupai lelaki.” Fenomena duyuts seolah menjadi identitas masyarakat modern. Sekarang ini seseorang bisa dikatakan norak, kampungan, jika cemburu melihat pasangan saling menempel pipi dengan lawan jenis di tempat umum ( pesta kawinan dll ). Terlebih kehidupan para artis yang biasa cipika cipiki ( cium pipi kanan dan kiri ). Padahal dalam Islam, bersalaman antar lawan jenis yang bukan muhrim saja, tidak dibenarkan. Jadi, orang yang nyaman menerima budaya cipika cipiki, yang norak sesungguhnya. Latah, meniru budaya luar yang belum tentu sesuai dengan tradisi sendiri.

Sebagai muslim kita bisa menerima kecemburuan pasangan pada perbuatan kita yang melanggar syariat seperti bersalaman, cipika-cipiki, atau berduaan dengan lawan jenis bukan muhrim, kedekatan melampaui hubungan pertemanan dsb. Namun cemburu berlebihan seperti isteri tidak boleh kumpul2 dengan teman2 di luar jam kantor, meski untuk urusan kantor, sampai isteri tidak punya teman di kantornya, tentu tidak sehat.

Jika cemburu bersumber dari pikiran negatif semata, tanpa melihat, mendengar atau mendapati perilaku pasangan yang patut dicurigai maka itu cemburu buta. Hasil bisikan setan yang berusaha menyebarkan rasa benci dan ketidakpercayaan kita pada pasangan. Jika cemburu buta kita turuti maka rumah tangga akan hancur dan setan bersorak penuh kemenangan.

Jika suami bersikap baik pada perempuan, secara wajar tak berlebihan, tak hanya pada satu dua yang menurut kita cantik, tapi juga pada pria, wanita tua, berwajah biasa, kita tak boleh membiarkan rasa cemburu menguasai kita. Karakter seseorang bisa kita lihat dari cara ia bereaksi terhadap pasangan, termasuk ketika ia cemburu. Rasa cemburu yang pas menunjukkan kita mencintainya dan butuh balasan cinta yang utuh darinya, tanpa terbagi. Jika rasa cemburu  datang, sebaiknya kita menganalisa apa penyebabnya. Jika proporsional, kita minta penjelasan pada pasangan dengan cara baik2. Jika tak berdasar, terlalu mengada-ada, redamlah rasa cemburu itu seraya introspeksi diri, lalu tunjukkan sikap dan penampilan yang lebih baik pada pasangan. Menarik hatinya lagi, agar pasangan tidak berpaling, pindah ke lain hati. ( Ridwan Malik, Hdyh, Feb’ 2009 )

Written by Nanin Topi

15/04/2009 pada 13:43

Ditulis dalam resep cinta

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: