Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Review

leave a comment »

Review berisi ulasan tentang produk.

Komentar untuk film “Pertaruhan” ( At Stake )

di situs Kalyana Shira Film

Poster film "Pertaruhan" yang diproduseri Nia Dinata

Poster film "Pertaruhan" yang diproduseri Nia Dinata

Untuk bagian sunat perempuan, saya cenderung setuju dengan profesor. Hukumnya sunnah dan hanya bagian kecil dari klitorisnya yang disunat. Untuk melindungi perempuan itu sendiri dari nafsu yang berlebihan, yang jika tak bisa disalurkan dengan baik dan imannya tipis akan cenderung menggelincirkannya pada perbuatan dosa.

Jangan lakukan pada bayi, tapi di atas usia balita seperti anak laki2. Bukan bermaksud menentukan ‘nasib’ perempuan itu setelah dewasa. Kasus trauma disunat itu malapraktek seperti kasus operasi katarak yang salah ( misalnya yang dioperasi mestinya mata kiri tapi keliru yang dioperasi mata kanan. Mestinya yang disunat sedikit, tapi ternyata dipotong semuanya seperti di Afrika ). Operasi katarak tetap diperlukan, tapi lakukan dengan hati2 dan prosedur yang benar. Jika dimaksudkan untuk mengurangi dorongan zina, saya merasa sunat sedikit tak masalah. Saya disunat dan baik2 aja sampai sekarang tuh.

Bagian tes papsmear untuk lajang, saya berpendapat yang tidak menikah berhak mendapatkan papsmear jika membutuhkan. Asal ketika menikah si perempuan yang dibolehkan papsmear itu jangan berdalih ketidakperawanannya disebabkan alat papsmear. Kalau penyebabnya seks pranikah, ya bilang dengan jujur pada calon suaminya. Saya tercengang ada dokter tua yang sok suci dan menggurui pasien, sebelum meraba pahanya. Satu bukti lagi, tua belum tentu bijaksana. Kostum terhormatnya sebagai dokter tak bisa menutupi sifat predator busuk dalam dirinya. Menjijikkan. Kalau si dokter masih begitu, lebih baik dicabut izin prakteknya. Diasingkan, jangan pegang perempuan lagi. Hii…

Bagian ibu pemecah batu yang melacur di kuburan cina untuk menghidupi 3 anaknya, saya terkaget, sedih, terharu. Campur aduk. Bagaimana sebaiknya menyikapi pelacur dengan kondisi sulit seperti itu ? Terlihat di segmen ini laki2 tidak bertanggung jawab. Apalagi, para preman yang memeras para wanita penjaja seks ( WPS ), benar2 tanpa hati. Ini potret kegagalan keluarga dan masyarakat menghasilkan generasi penerus yang berakhlak dan mandiri. Saya berharap jaring pengaman sosial bisa menjangkau mereka juga pendidikan dan pengasuhan anak yang benar, sehingga kegagalan ini tidak berlanjut atau meluas. Pendidikan berkualitas harus murah dan terjangkau. Itu kunci untuk keluar dari belenggu kemiskinan dan kebodohan.

Tentang pembuat filmnya sendiri cukup menjanjikan, mengingat karya dokumenter ini debut 4 murid workshop dengan Nia Dinata, sebagai produsernya. Terselip keinginan di hati, film ini cukup mendapat pemasukan dari negeri sendiri ( ditanggapi serius oleh pihak2 yang disentil ) tanpa disebarkan ke seluruh dunia. Sudah banyak pihak yang menyudutkan, memberi stigma negatif pada Indonesia, karena mereka tak ingin melihat Indonesia menjadi besar dan kuat. Melihat film “At Stake” ini, Barat seperti mendapat amunisi baru untuk menyudutkan Indonesia, dengan dibungkus humanisme sekuler atau hak asasi.

Untuk mendapat respek dari bangsa lain, bangsa ini perlu kredibel, confident dan dipersepsikan baik. Supaya ekonomi kita makin baik, bangsa kita makin kuat dan disegani, dan pada saatnya bisa menghentikan kekejaman di Palestina dan dunia muslim yang tengah tercabik. Saya berharap film2 yang mencitrakan baik tanah air juga dihasilkan, minimal seimbang antara karya yang memperlihatkan borok Indonesia dan menunjukkan keunggulan bangsa kita, seperti film dokumen pemenang penghargaan Utah, AS karya David Arnold “Mengejar Ombak” ( tentang surfer top dunia, Dede Suryana dari Cimaja yg rajin shalat ). Saya tunggu karya2 selanjutnya.

Written by Nanin Topi

17/04/2009 pada 11:35

Ditulis dalam review

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: