Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Jangan bicarakan uang, bisnis dan anak ketika kencan romantis dengan suami.

with 2 comments

Kencan romantis dengan candle light dinner

Kencan romantis dengan candle light dinner

Ketika bicara dengan pria saat kencan romantis, jangan membicarakan 3 hal ; uang, bisnis dan anak. Bicarakan hal lain, misalnya politik. Pria selingkuh, biasanya karena ia tak terpenuhi keinginannya dari sang istri, seperti sanjungan sebagai yang terbaik, hebat, seksi, seorang pemenang. Ada juga pria yang kondisi di rumah sudah baik, masih juga selingkuh. Tipe ini harus dilihat masa lalunya, apakah ia punya luka spiritual saat kecil.

Banyak orang yang diperlakukan buruk saat kecil, mencari pelarian ke makanan, seks, rokok, akohol, narkoba, gila belanja dsb untuk mencari kenyamanan sementara. ( Feel ‘not to feel’. Begitu banyak suara negatif di kepala, yang begitu sulit diredakan. Menjadi sekedar ‘normal’, diterima orang lain, tidak ditertawakan atau dipandang rendah, sulitnya bukan main. Ibarat cawan yang kepenuhan air. Air itu pelecehan seksual/ fisik/ verbal. Satu tetes pelecehan lagi, cawan itu tumpah isinya. Amarahnya tumpah. Depresi. Inginnya minggat, lenyap ditelan bumi. Jenis yang agresif, ia akan mencari penyaluran pada sesuatu hal secara berlebihan ).

Ada juga jenis manipulatif, predator yang hanya memikirkan kepentingan dan kesenangan dirinya. Keburukannya meliputi banyak hal. Tidak semata hubungan dengan lawan jenis.

Seringnya wanita selingkuhan itu tidak lebih cantik atau lebih pintar dari istrinya. Tapi kelebihan si WIL ( Wanita Idaman Lain ) umumnya pintar menyanjung, sekaligus memuaskan di ranjang. Ada juga yang karena seringnya melakukan kegiatan/ pekerjaan bersama, perlahan terhubung secara emosi, lalu … it just happened ( berhubungan intim ).

Waspadalah jika suami sudah mulai jarang pulang, jarang bicara, menghindari kontak mata dengan anda. Itu sinyal awal dia selingkuh. Dia lebih suka melakukan kegiatan hobi/ bersama dengan wanita lain, curhat dengannya daripada dengan anda. Jangan menunggu sampai suami anda ketangkap basah main dengan perempuan lain baru anda percaya suami anda selingkuh. Ketika sinyal awal, anda sebaiknya mencari waktu yang baik untuk menanyakan hal itu pada suami. Tanyakan apa yang kurang dari hubungan anda dan suami. Tanyakan apa ia mencintai WIL-nya. Apakah masih bertemu dengannya ? Lalu perbaiki sikap anda, penampilan anda, perbaharui kehangatan cinta kalian berdua, minta suami melakukan hal2 yang menyenangkan anda pula. Rebut cinta suami anda lagi. ( OS, 17/4/2009 ).

Written by Nanin Topi

28/04/2009 pada 09:29

Ditulis dalam resep cinta

Tagged with

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Hmmmm… Saat ini aku mungkin sulit terapkan saran di atas. Abis, anak-anak selalu ikut ke mana pun kami pergi. Jadilah kami tinggal berdua hanya ketika di rumah, ketika anak-anak pergi bersekolah atau pergi ikut paman/bibinya. Ada saran lain?

    M Shodiq Mustika

    28/04/2009 at 09:41

  2. @ M Shodiq Mustika :
    Bagaimana kalau sekali waktu, misalnya sebulan sekali, paman/ bibi menjaga anak2 anda di rumah, lalu anda dengan pasangan makan malam romantis di restoran favorit, jalan2 cari angin, nonton bioskop, mengunduh lagu kesukaan bersama di toko musik atau apapun kegiatan bersama yang kalian sukai. Hanya berdua saja, seperti pacaran dulu.
    Anda kenal penyanyi kulit hitam Seal ? Dia dengan istrinya, Heidi Klum, tiap tahun mengulangi ritual pernikahan di HUT perkawinan mereka. Kata Seal, jika tidak disengajakan untuk menyediakan waktu khusus seperti itu, cinta mudah memudar. Yang terjadi hanya rutinitas. Suami istri seperti sodara-an aja. Nggak ada greget dan getaran lagi. Nah, kalau udah pada loyo begitu, lalu ada orang ketiga yang menyanjung dengan tampilan fresh/ baru. It just happened, deh… Kasihan pasangan hidup, anak dan keluarga besar kita.
    Jadi, sempatkan diri menghangatkan cinta kalian. Dengan kemesraan diantara kalian, anda dan pasangan makin perhatian satu sama lain. Dan, anak2 bisa meraba kebahagiaan itu dengan observasinya. Mereka akan maklum, dan bersedia mengurangi kenyamanannya untuk kebahagiaan orang tuanya. Yang paling membahagiakan anak adalah melihat orang tuanya mesra dan bahagia. Percaya, deh. Karena saya juga pernah jadi anak.
    Demikian, saran lanjutan dari saya. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini.

    nanbija

    28/04/2009 at 11:45


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: