Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Drop drowning : maut mengincar orang yang baru tenggelam

leave a comment »

Ternyata maut tidak hanya mengintai orang yang tenggelam dalam air. Ia juga mengincar nyawa manusia yang sudah ditarik ke darat. Saya lihat dr.Oz di Oprah Show ( 2/5/2009 ) menjelaskan ; paru-paru berair ( apalagi penuh air ) jika tidak dipompa keluar akan menyulitkan orang bernafas. Dalam paru2 ada semacam lapisan sabun yang membantu paru2 mengembang dan mengempis, memasukkan oksigen agar maksimal. Jika lapisan ini terkikis air, maka paru2 tak bisa mengembang dengan baik. Orang akan terlihat sesak nafas, pucat kebiruan dan lemas.

Tertidur sebelum mencapai ranjang, atau pergi ke kamar mandi, sementara anak2 lain masih bermain air di kolam renang, bisa jadi pertanda awal, anak anda baru tenggelam atau kemasukan air melalui hidungnya. Air yang masuk melalui hidung menuju paru2. Air yang masuk kerongkongan menuju lambung. Jadi, waspadalah dengan sinyal ini. Menurut buku Ilmu Keperawatan, karya PJM Stevens cs, ciri orang tenggelam :

  • Warna tubuhnya kebiru-biruan sampai keabu-abuan
  • Tidak bereaksi jika diajak bicara
  • Tidak bereaksi pada rangsang sakit
  • Tidak terlihat gerak pernafasan.

Jika kita melihat tanda2 ini, kita harus segera melakukan nafas buatan dari mulut ke mulut, atau mulut ke hidung. Setiap detik kita tunda, berarti berkurangnya kesempatan untuk memulihkan korban kembali, karena otak hanya punya waktu pendek untuk bertahan tanpa oksigen, alias segera rusak dan tak dapat digunakan kembali.  Setelah pertolongan pertama pada korban tenggelam, dokter harus memeriksa korban.

    Bantuan pernafasan mulut ke mulut :

    • Periksa apa mulut kosong. Jika sudah kosong, kita harus mengeluarkan juga lendir2, muntah, gigi palsu dll
    • Baringkan korban pada posisi telentang. Kepala kita tengadahkan secara maksimal ( letakkan satu tangan di bawah leher korban, letakkan tangan yang lain di atas dahi, dorong kepala korban pelan2 ke belakang, mulut korban akan terbuka dengan sendirinya ).
    • Pada periode mulut ke mulut, usahakan agar udara yang kita tiup ke mulut jangan langsung keluar lagi lewat hidung, caranya tutup hidung dengan jari telunjuk dan jempol dari tangan yang memegang dahi korban.
    • Lihat ke arah rongga dada korban.
    • Tarik nafas yang dalam
    • Tempatkan mulut secara tepat di atas mulut korban yang terbuka, hingga tidak ada udara yang lain.
    • Tiup udara yang kita tarik tadi secara perlahan ke dalam mulut korban.
    • Periksa rongga dada korban apakah naik, sebagai bukti bahwa udara tadi masuk ke dalam paru-parunya
    • Setelah masuk ke rongga dada, lepaskan pegangan tangan pada hidung korban, juga lepaskan hubungan mulut dengan mulut korban, hingga korban dapat mengeluarkan nafas.
    • Periksa apakah rongga dada korban turun lagi.
    • Tarik nafas lagi, jika rongga dada sudah “turun”, dan ulangi serta lanjutkan pernafasan tadi dengan frekuensi 12-16 kali permenit.
    • Lanjutkan usaha ini, hingga korban siuman kembali atau dapat bernafas sendiri, atau sampai seorang ahli mengambil alih tugas ini
    • Selalu beritahukan bahwa di sini diperlukan bantuan seorang ahli.
    • Jika pernafasan buatan ini tidak berhasil, periksa apakah kepala cukup tengadah ke belakang. Bisa jadi saluran udara tertutup sesuatu. Periksa dengan jari sampai jauh ke dalam mulut korban. Jika korban muntah, letakkan kepala korban miring ke bawah, atau balikkan badannya pada posisi miring, supaya muntah tidak keluar melalui hidung  atau  masuk paru2.

    Demikan, yang bisa kita upayakan agar kita tidak kehilangan buah hati, orang yang kita sayangi atau siapapun yang perlu ditolong.
    ( vitri, 12/5/2009 )

    Prosedur CPR

    Prosedur CPR

    Written by Nanin Topi

    12/05/2009 pada 07:15

    Ditulis dalam resep sehat

    Tagged with

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    %d blogger menyukai ini: