Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Mengelola konflik suami istri dengan komunikasi yang baik.

leave a comment »

Anda sering mendengar berita kawin cerai artis ? Saya gregetan melihat pasangan ‘cakar-cakaran’ di depan orang lain, mempertahankan egonya masing2. Seolah menunjukkan saya lebih kuasa, saya yang benar, tak peduli suasana sekeliling yang sudah mereka rusak keceriaannya. Saat dinasehati orang tua atau diberi saran oleh yang muda2, mereka tak mau dengar. Bila pihak ketiga gagal mendamaikan mereka, mungkin tulisan di PR, 3/5/2009 ini bisa menyeruak di ruang sadar mereka. ***

Banyak pasangan bercerai akibat tak mampu mengelola konflik, sebuah keniscayaan yang terjadi. Hidup lajang sebenarnya juga tak lepas dari konflik. Persoalannya bagaimana mengelola konflik agar dampak bisa diminimalisir.

Menurut Umi Mimin Aminah dari Lembaga Pelatihan & Konsultasi Keluarga Cahaya Islam ; sebuah konflik terjadi akibat adanya perbedaan di antara pasangan. Pandangan, perilaku, sikap atau gaya hidup. Kian runcing perbedaan, kian rentan konflik terjadi.

Banyak kasus pasangan berkonflik mencari jalan keluar yang salah. Curhat pada lawan jenis ; sahabat, teman sekantor, chatting di ruang maya. Suami yang sedang berseberangan dengan isteri justru membahagiakan perempuan lain ( yang menyanjungnya ). Pasangan berselingkuh gara2 tak mampu menyelesaikan konflik dalam rumah tangga.

Lalu bagaimana sebaiknya ? Komunikasi. Pada keluarga selingkuh komunikasi sudah tidak jalan. Masing2 asyik sendiri2. Status masih ada, tapi esensi status sebagai suami istri sudah tidak ada. Biasanya karena kasihan pada anak, malu oleh masyarakat atau alasan ekonomi, makam2 perkawinan itu mereka pertahankan sebisanya.

Membangun komunikasi adalah berbicara dengan pasangan. Baik, buruk, setuju atau tidak setuju, atas segala hal yang terjadi dengan pasangan, bicarakan. Bila komunikasi dengan pasangan sudah buntu, sertakan pihak keluarga atau konselor perkawinan ( konseling pada lembaga pendampingan pernikahan ) agar satu sama lain ada penengah.

Dalam Islam, pernikahan merupakan sebuah proses “menjadi”. Bukan sesuatu yang sudah jadi. Setiap pasangan harus paham bahwa ia akan selalu menemukan hal baru dari pasangannya. Bukan prasangka buruk. Melainkan ikhlas menerima ( kekurangannya ), seperti juga menerima kelebihan pasangan. Jangan alergi dengan konflik. Hadapi konflik dengan smart melalui komunikasi yang baik, sehingga jurang perbedaan, syak wasangka dll akan tertepis.

Bertengkar

Bertengkar

Komunikasikan dengan cara yang baik, ganjalan di hati.

Komunikasikan dengan cara yang baik, ganjalan di hati.

Written by Nanin Topi

15/05/2009 pada 10:00

Ditulis dalam resep cinta

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: