Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Kebersamaan fisik menyertai kebersamaan hati pasutri

leave a comment »

Pernah melihat sepasang suami istri berusia lanjut berjalan bergandengan tangan dengan mesra ? Sungguh pemandangan yang indah. Namun lebih banyak lagi, pasangan yang berjalan sendiri2. Suami di depan. Sang istri jauh di belakang, atau sebaliknya, kata H.Koeswara K.Y, Ketua Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga Yayasan Sosial Al-Bitsah Bandung.

Tak percaya ? Coba lihat sekeliling. Begitu mudah mendapati pasangan suami istri ( pasutri ) sudah tak mementingkan kebersamaan fisik lagi. Berapa banyak pasangan yang sudah lama menikah tak tidur seranjang lagi ? Suami tidur di depan televisi, istri tidur di kamar, makin banyak dilakukan orang.

Beberapa pasangan menganggap kebersamaan fisik sudah tak penting lagi karena merasa sudah saling memahami.”Masa mesra-mesraan sih sudah lewat, hanya milik anak muda lah,” kata Hanafi ( 47 ) yang sudah menikah selama 23 tahun.

Sesungguhnya, tak ada batasan waktu untuk tetap melakukan hal mesra pada pasangan hidup. Justru setelah menikah waktu yang tepat untuk bermesra-mesraan, bukan sebaliknya pada masa pacaran. Faktanya hubungan mesra pasutri oleh banyak orang dimaknai sempit, sebatas masa muda. Lewat masa itu, banyak orang enggan bahkan malu melakukannya. Dianggap tak pantas atau merasa jenuh.

Ahli bahasa tubuh dengan mudah menandai mana pasangan yang baru dan yang sudah lama menikah. Pada pasangan baru menikah, posisi tidurnya saling berhadapan, bahkan berpelukan. Yang sudah lama menikah tidur saling membelakangi, bahkan tidur terpisah. Kebiasaan ini sangat membahayakan keharmonisan rumah tangga, terutama jika salah satu pihak merasa tak nyaman dengan situasi itu. Keluhan kaum ibu pada situasi ini adalah perasaan tersingkir dan baru dibutuhkan jika si suami ingin seks.

Namun tak selamanya kesalahan berada di pihak pria. Ada andil dari kaum ibu, ketika terbiasa mengeloni anak dan meninggalkan suami tidur di ruang lain. Itu awal terjadinya kebiasaan tidur terpisah. Pihak istri bisa mencegahnya, dengan cara mengingatkan suami dengan halus. Bangunkan dengan lembut dan ajak dia ke kamar. Cara lain, sesekali tidur di depan televisi bersama suami. Karena kebersamaan fisik itu perlu, sepertihalnya kebersamaan hati. ( PR, 17/5/2009 ).

kemesraan jangan cepat berlalu

kemesraan jangan cepat berlalu

Written by Nanin Topi

22/05/2009 pada 12:40

Ditulis dalam resep cinta

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: