Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Saat suami dilanda stres, berilah dukungan emosi dan informasi.

leave a comment »

Hidup perkawinan tak diisi kesenangan semata. Mendampingi pasangan dalam keadaan manis, siapapun mau dan sanggup. Namun, saat badai datang ? Di sinilah keteguhan seorang istri diuji. Satu badai berbahaya adalah saat kepala rumah tangga didera masalah yang membuatnya stres bahkan depresi. Saat itu peran dan dukungan istri sangat diperlukan.

Suami stres perlu dukungan yang sesuai dari orang terdekatnya, terutama istrinya.

Suami stres perlu dukungan yang sesuai dari orang terdekatnya, terutama istrinya.

Menurut Siti Qodariah, dosen Fakultas Psikologi Unisba, saat seseorang stres, kemampuannya mengatasi masalah berkurang hingga perlu dukungan dari luar. Dukungan yang bisa diberikan sedikitnya ada 3 jenis.

  • Dukungan emosi, berupa dorongan, kehangatan, cinta, semangat dan penerimaan.
  • Dukungan informasi, berupa saran, nasehat atau bimbingan.
  • Dukungan instrumental, berupa bantuan praktis dalam mengatasi masalah, misalnya uang atau barang.
  • Dukungan companionship, berupa kegiatan bersama-sama yang sifatnya santai dan rekreasional.

Jenis dukungan yang diberikan tergantung kebutuhannya, tapi tak bisa dipisah-pisah, semuanya saling berkaitan. Misalnya, suami ingin berdiskusi, istri membantu memberikan informasi tsb. Terkadang dukungan yang tersedia bisa berbeda dengan dukungan yang dibutuhkan. Seorang istri harus pandai2 melihat apakah dukungan tsb sesuai dengan kebutuhan suami atau tidak. Misalnya, suami ingin sendiri, jangan dipaksa-paksa untuk dilayani atau diperhatikan terus-menerus, malah nanti jadi salah komunikasi.

Dukungan dapat melindungi pasangan dari akibat negatif dari stressor ( faktor pencetus stres ), dengan cara memaknakan suatu kejadian yang menekan menjadi kurang menekan. Misalnya, pasangan terkena PHK, menjadi uring-uringan, jalan mondar-mandir, takut bercerita pada istri, dan menjadi pendiam. Begitu dia bercerita, istri dapat memberi dukungan dengan cara meyakinkan suami bahwa situasi PHK yang tadinya dianggap mengancam, membahayakan, dimaknakan menjadi tidak mengancam, karena ada istri yang mendukung, ada keluarga yang siap membantu, dsb.

Stres bisa menyebabkan penderita marah2 tidak jelas. Pada kondisi ini, tunggu suami dalam keadaan tenang dan lakukan komunikasi yang intinya istri menunjukkan kesediaan untuk membantu, terbuka, menerima, dan menghargai sehingga suami mau terbuka membicarakan masalahnya. Istri jangan jadi ikut stress, nanti malah tambah runyam. Qodariah menyarankan istri jaman sekarang bekerja, memiliki wawasan, pendidikan sehingga bisa membantu suami mencari solusi.

Ketika seorang anggota keluarga tertimpa masalah, ajarkan pada anggota lainnya agar peduli. Hal ini harus diajarkan sejak anak2 masih kecil. Mereka bisa diajak bicara, diberi pengertian tentang kondisi ayahnya. Jika kondisi stress sudah parah, kita bisa menjauhkan anak dari ayahnya, sementara.

Jika suami walau tertekan masih bisa menjalani kehidupannya, berarti masih bisa diatasi, masih bisa diajak diskusi, untuk mencari jalan keluarnya. Tetapi, jika sudah mengganggu kehidupannya, sudah tidak bisa mengurus dirinya sendiri, sudah tidak bisa efektif dalam penyelesaian masalahnya, perlu dibawa ke ahlinya ( psikolog/ psikiater ). ( PR, 2/8/2009 ).

logo creation
hit counter

Written by Nanin Topi

12/08/2009 pada 09:28

Ditulis dalam resep cinta

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: