Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Menolong atau dimanfaatkan ?

leave a comment »

Teman yg menggantungkan banyak urusannya pada anda, bisa jadi sedang memanfaatkan anda.

Teman yg menggantungkan banyak urusannya pada anda, bisa jadi sedang memanfaatkan anda.

Tania ( 27 ) dan Rianti ( 30 ), dua jurnalis yang sedang dililit masalah serupa. Beda bidang liputan, namun kasus nyaris sama. Keduanya dikenal rajin di lapangan memburu narasumber, mengumpulkan berbagai data, juga dengan cara investigasi yang melelahkan. Sayangnya, keduanya dikelilingi teman2 seprofesi yang memiliki etos kerja rendah alias pemalas.

“Aku sering bingung. Seenaknya teman2 minta mengopi data yang sudah susah payah aku kumpulkan. Seharusnya, mereka juga turun ke lapangan,” kata Tania, kesal.

Kasus di atas banyak terjadi di berbagai kantor. Apapun jenis pekerjaannya. Dra. Nia Juliawati, M.Si, executive vice president di Logic Managemen Consulting, menyarankan keduanya agar memahami arti pertemanan sebelum membahas kasus tsb. Inti pertemanan sejati adalah saling peduli ( caring ) dan saling berbagi ( sharing ). Teman yang baik selalu ada ketika dibutuhkan, ujar Nia yang juga pengajar pada program studi Administrasi Bisnis Unpar.

Pada kondisi umum, yang perlu dilakukan seseorang ketika teman membutuhkan pertolongan adalah dengan membantunya. Bukan karena berharap mereka akan balas membantu ketika dibutuhkan, namun karena kita senang dan lega mengetahui teman merasa tertolong. Sejauh mana perlu menolong teman ? Sejauh kita merasa harus menolongnya, sejauh masih ada rasa tulus dalam diri kita, sejauh kita yakin bahwa tanpa bantuan kita, teman tsb tak dapat keluar dari masalahnya.

Trik membedakan apakah kita dimanfaatkan teman atau memang ia benar2 membutuhkan adalah mendengar perasaan kita sendiri. Apa teman itu menggantungkan diri pada kita untuk sesuatu yang seharusnya mereka lakukan sendiri ? Pada kondisi tsb, biasanya muncul rasa tidak enak, rasa dimanfaatkan, rasa diperlakukan tidak adil, sampai rasa diperlakukan semena-mena. Hubungan pertemanan menjadi terasa tidak tulus dan manipulatif.

Pada pertemanan manipulatif, prinsip caring dan sharing sering berjalan satu arah. Mereka yang dominan memanipulasi pertemanan dengan membungkusnya seolah asas manfaat dan hubungan baik. Ketika itu terjadi, berhentilah menghambakan diri. Sering kali, orang2 secara sadar memanfaatkan kelebihan kita setelah melihat kelemahan kita. Mereka tahu kita tak mungkin menolak permintaannya sehingga secara konsisten meminta sesuatu melebihi batas kesabaran dan ketulusan kita. Jangan ragu menolak dan mengatakan tidak. Bersikaplah asertif, berterus terang mengenai keberatan membantu. Pada saat mengatakannya, anda harus terlihat tegas, tidak ragu2. Bisa jadi mereka kecewa atau memusuhi. Namun, yakinlah bahwa sebenarnya anda mulai mendapatkan respek dari mereka.

Jika punya, anda bisa kemukakan alasan yang membuat mereka paham. Pada banyak kasus, seorang teman terus menerus meminta bantuan karena memang tidak mampu melakukan tugas atau pekerjaan secara mandiri. Tetapi harus diingat, dengan menolongnya terus menerus, tanpa memberinya pelajaran atau dorongan untuk berusaha sendiri, kemungkinan besar malah membuat teman tsb tak berdaya dan menghambat pengembangan dirinya.

Mereka yang cenderung memanfaatkan kita, biasanya juga memanfaatkan orang lain atau berbagai situasi untuk keuntungan dirinya. Mari belajar jeli. ( PR, 2/8/2009 ).


free html visitor counters
hit counter

Written by Nanin Topi

02/09/2009 pada 15:55

Ditulis dalam resep cinta

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: