Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Cinta tak bersyarat, mata berbinar & anak2 yg memukau

leave a comment »

Menggemaskan melihat anak kecil berpolah lucu. Yang saya lihat di tayangan Oprah Show ( 6/9/2009 ) tak hanya lucu tapi juga memukau. Mereka adalah penari gelang dari Selandia Baru, baru 6 tahun usianya. Penari breakdance dari Seatle, AS, baru 7 tahun. Penyanyi yodel dari Tennese, AS, 13 tahun. Kyle Jones, penari tap dance, 13 tahun. Graham, penghafal serba serbi presiden Amerika, 7 tahun. Dalton, pembicara yang bercita-cita menjadi reporter teve, 13 tahun. Michael Province, violin virtuoso, sejak 6 tahun. Connie Talbot, penyanyi cilik semerdu lagu “Ben”-nya Michael Jackson, 7 tahun. Manusia karet yang beraktraksi profesional, 12 tahun.

Pemegang sabuk hitam, beratraksi dengan mata tertutup kain dan senjata, baru 13 tahun. Saya ingat juga bocah perempuan, 6 tahun, meniru tepuk tangan penonton yang terkagum padanya yang hafal lokasi manapun di peta dunia. Juga ada Charice, 16 tahun, yang duet dengan Celine Dion menyanyikan “Power of Love” dengan suara menggetarkan di panggung spektakuler dengan ribuan penonton. Merindingkan bulu kuduk. Charice mengubah trauma hidupnya ( melihat ayah menembak ibunya ), lubang hitam di hatinya, menjadi energi luar biasa untuk menjadi seseorang yang bisa menghidupi sekaligus melindungi ibunya yang teraniaya. Ia sudah mengangankan itu sejak umurnya 3 tahun. Di kamar, ia menggambar penyanyi idolanya, Celine Dion. 13 tahun kemudian papan visual di benaknya terwujud !

Unconditional love ( cinta tak bersyarat ) memang luar biasa. Keajaiban2 yang dititipkan Allah pada anak manusia, bisa dikeluarkan orang tua dengan memberi cinta sepenuh hati. Siapa bilang, orang sulit cari makan jaman sekarang ? Allah menciptakan manusia lengkap dengan rejekinya. Buktinya, para orang tua yang jeli melihat bakat anaknya dan mengasahnya dengan bijak seperti contoh di atas. Anak hanya ingin kehadiran utuh dan cinta orang tuanya. Dipandang dengan mata berbinar oleh ayah ibunya setiap bersua dengannya. Do you see me ? Love me back. Jika itu dilakukan dengan tulus, tahu2 orang tua tak perlu pusing dengan penghasilan untuk menghidupi keluarga. Anak2 yang diasuh dengan benar sudah memberi kecukupan baginya, jiwa raga.


“Apel busuk” yang dengki dan pendendam

Di sisi lain, saya juga melihat sesepuh, 73 tahun, yang gampang percaya omongan bunglon penipu. Tak cukup percaya diri menggunakan akal sehatnya untuk menyimak kebenaran yang diargumentasikan anak muda tentang penipu itu. Pensiunan, 64 tahun, masih menggunakan intimidasi dan kebohongan untuk mencoba mengendalikan gadis muda untuk mengatrol nilai tawar dirinya di depan istrinya, pasca stroke 4 kali. Pensiunan guru, 77 tahun, yang masih mengandalkan perdukunan dan status “sesepuh”-nya untuk menilep uang sewa kontrakan milik mantan majikannya. Pensiunan guru SMP, 67 tahun, yang merasa terpandang di lingkungannya dan mengecilkan siapapun lawan bicaranya. Setelah sekarat, kerasukan, ketahuan menggunakan jimat untuk menjaga harta bendanya, nenek ini masih tak sudi mendengar saran tetangga2nya. Dan sederet orang lainnya yang mengandalkan teror, intimidasi, manipulasi dan akal bulus untuk mendapatkan keinginannya atau mengisi perutnya. Iri dendam adalah tabiatnya. Iri adalah sifat yang merusak semua kebaikan, kata Quraish Shihab, suatu pagi.

Si sirik tak punya kebisaan lain. Isi otaknya hampir kosong karena malas belajar. Merasa sudah pakar melebih siapapun. Orang pandai pada standar normal ( agama, adat, norma universal ), di matanya adalah orang paling goblok, karena ia punya standar nilai sendiri yang dia reka2 ketika melamun di kegelapan. Ia menghormat pada uang dan keuntungan yang bisa diperolehnya, bukan manusia dengan kejujuran dan kebaikannya. Ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang adalah mottonya. Habis manis sepah dibuang. Tak bisa membaca kebaikan orang, apalagi berterima kasih dan membalas kebaikan itu. Dipikirnya perolehan itu hasil kepintaran dan usahanya sendiri. Seharam apapun adalah prestasi baginya. Mengakali orang baik menjadi hal yang membanggakannya. Senyum seringai langsung menghiasi bibir tipisnya. Meski, belum 1 meter ia meninggalkan anda. Perwujudan setan yang nyata. Sungguh menantang dan melecehkan.

Dan orang2 sesat ini lebih banyak daripada orang2 baik. Tak heran, jika hanya 1 dari 1000 orang yang masuk surga. Anda lebih sulit menemukan orang yang benar2 berkualitas sekarang ini. Berintegritas tinggi sekaligus mengabdi pada kebenaran sejati. Berani meniti jalan sulit, sesepi dan sengeri apapun jalan kebenaran itu. Banyak orang memilih mencari selamat sendiri. Go to hell kesusahan orang lain. “Apel2 busuk” ini adalah anak2 yang tak pernah dewasa. Yang tak mengenyam cinta tak bersyarat dari masa kecilnya. Cinta tak bersyarat adalah kemampuan seseorang untuk mencintai apa adanya. Dari lahirnya, keadaan terburuknya, anak perlu yakin bahwa ia selalu dicintai, dengan atau tanpa berbuat sesuatu.

Wahai, orang tua .. hadirlah dan cintailah buah hatimu.


Written by Nanin Topi

11/12/2009 pada 09:40

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: