Cinta Keluarga

piece of mind, harmony couple, happy family

Archive for the ‘wisata kuliner’ Category

Pasar kue Buah Batu, Bandung. Mak nyuus ..

with 2 comments

Menyeruput teh hangat diselingi ngemil jajanan pasar atau kue, fresh from the oven, bisa menjadi pilihan melewati pagi indah anda. Bandung memang mooi. Makanan enak ada di mana2.

Kue memang makanan kecil. Sekadar camilan di antara waktu makan. Namun, penggemarnya tak pernah surut. Ingin bukti ? Tengok Pasar Kue Buah Batu, yang setiap hari beroperasi dari pukul 5.00 hingga 8.00  WIB. Meski cuma 3 jam, pembeli yang datang selalu mencapai ratusan. Lahan sepanjang 70 meter itu selalu hiruk pikuk dengan aneka transaksi. Pasar yang beroperasi sejak tahun 2004 itu kini sudah menampung lebih dari 60 pedagang. Semuanya, pelaku industri makanan rumahan. Pembeli tak hanya konsumen biasa, tapi banyak pula pemilik toko dan warung.

Meski tak ada promosi besar, harumnya nama kue itu tercium ke seluruh penjuru Bandung Raya. Sampai pemilik toko asal Lembang menjadi pelanggan setianya. Kehadiran pasar ini menggerakkan ekonomi pelaku industri kecil. Omzet cukup besar menjadi hasil manis para pedagang. Semanis kue yang selalu diburu pembeli. ( Harry Surjana, PR, 10/5/2010 )

Iklan

Written by Nanin Topi

10/05/2010 at 17:13

Ditulis dalam wisata kuliner

Tagged with

Peuyeum Cimenyan, empuk dan digemari.

leave a comment »

Peuyeum Bandung, asalnya sebagian dari Cimenyan, kabupaten Bandung. Menggoda untuk dijadikan oleh2 untuk keluarga dan sahabat.


Meski banyak pilihan camilan, peuyeum Bandung masih menjadi salah satu oleh2 yang paling dicari wisatawan. Aroma dan rasa yang khas dari makanan berbahan dasar singkong ini digemari warga dalam dan luar kota. Tak hanya dimakan secara langsung, modifikasi peuyeum ( tape ) pun banyak ditawarkan dan digemari. Salah satunya, peuyeum Cimenyan. Wilayah yang berada di kawasan Bandung utara itu menjadi salah satu sentra pembuatan peuyeum yang tersebar di sejumlah tempat wisata Kota Bandung. Salah satu tempat pembuatan peuyeum yang cukup besar, berada di Kampung Kasimukan, Desa Mandala, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Sedikitnya 2 ton singkong diproses untuk dibuat menjadi peuyeum. Proses pembuatan peuyeum cukup sederhana. Singkong dibersihkan dari kulitnya dan direbus 2 kali dengan menggunakan kayu bakar selama sejam setengah dan rebusan kedua selama sejam. Dengan 2 kali rebusan, singkong akan lebih empuk dan bagian getahnya hilang. Setelah itu, singkong ditiriskan dan siap dibalur ragi. Proses peragian memakan waktu selama 3 hari. Pada hari ketiga, peuyeum siap untuk ‘mampir’ ke rumah kita. ( Dudi Sugandi/ PR, 9/5/2010 ).

Written by Nanin Topi

10/05/2010 at 17:02

Ditulis dalam wisata kuliner

Tagged with ,